Belanja Daring Topang Pertumbuhan Uang Elektronik di Papua Barat

25 Januari 2023 10:21
Penulis: Alber Laia, bisnis
Kepala Perwakilan BI Papua Barat Rommy Sariu Tamawiwy saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Rabu (25/1/2023). (ANTARA/Fransiskus Salu Weking)

Sahabat.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat mengungkapkan preferensi transaksi berbelanja daring atau online menopang pertumbuhan uang elektronik tahun 2022 di wilayah tersebut.
 
Kepala Perwakilan BI Papua Barat Rommy Sariu Tamawiwy di Manokwari, Rabu, mengatakan pola belanja online memberikan kontribusi 69,51 persen (yoy) dari capaian transaksi uang elektronik tahun 2022 sebanyak Rp224 miliar.
 
"Penggunaan uang elektronik umumnya untuk bayar belanjaan secara online," kata Rommy.
 
Selain belanja online, sambung dia, transaksi jenis transfer antar pengguna uang elektronik juga tumbuh 11,23 persen (yoy) dan aktivitas tarik tunai 19,26 persen (yoy).
 
Kendati demikian, pertumbuhan uang elektronik tahun 2022 mengalami penurunan jika dibandingkan capaian tahun 2021 yaitu Rp245 miliar.

"Jadi sekarang tidak lagi gunakan kartu tapi masyarakat bisa gunakan handphone dalam bertransaksi," jelas dia.
 
Menurut dia, peningkatan transaksi uang elektronik terjadi semenjak tahun 2021 seiring dengan pembatasan aktivitas masyarakat pada masa pandemi COVID-19.
 
Tren peningkatan transaksi uang elektronik terjadi secara nasional termasuk di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.
 
"Trennya itu meningkat terus sejak pandemi. Aktivitas semua dilakukan dari rumah, sama halnya berbelanja," tutur Rommy.

Ia melanjutkan, BI sebagai otoritas sistem pembayaran berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat beralih dari pola transaksi konvensional ke sistem digitalisasi.
 
Salah satu program inovasi yang gencar disosialisasikan adalah implementasi QR Code Indonesian Standar (QRIS) bagi seluruh pelaku usaha dan pemerintah daerah setempat.

Tahun 2022, pengguna QRIS di Papua Barat tumbuh 129,55% (yoy) atau 58.729 merchandise.
 
"Pengguna QRIS di Manokwari 51 persen, Kota Sorong 36 persen, dan 13 persen tersebar di kabupaten lainnya," terang dia.
 
Kepala Unit Implementasi Kebijakan & Pengawasan Sistem Pembayaran - Pengelolaan Uang Rupiah, BI Papua Barat Christian OVP, menuturkan bahwa pihak perbankan selama ini masif mengedukasi masyarakat terkait penggunaan QRIS.
 
"Misalnya Bank Mandiri dorong nasabahnya gunakan QRIS," ucap Christian.

Ia berharap target QRIS tahun 2023 dapat mencapai 54 ribu pengguna baru dengan volume transaksi QRIS 390 ribu di Papua Barat dan Papua Barat Daya.(Ant)

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment