Bengkulu Terapkan Pasar Murah Terintegrasi Atasi Inflasi

11 April 2023 04:59
Penulis: Habieb Febriansyah, bisnis
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu Darjana. (ANTARA/Boyke Ledy Watra)

Sahabat.com - Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Bengkulu menerapkan pasar murah terintegrasi guna mengatasi potensi kenaikan inflasi sepanjang 2023.
 
"Pasar murah terintegrasi adalah kegiatan pengendalian inflasi yang mengintegrasikan kegiatan pasar murah dengan program bantuan sosial," kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu Darjana di Bengkulu, Selasa.
 
Dengan penerapan program tersebut, lanjut dia dana bantuan sosial yang diterima masyarakat benar-benar tersalurkan tepat guna dan juga lebih efisien karena harga terjangkau dari bahan pokok yang tersedia di pasar murah.
 
"Jadi, di Kantor Pos tempat penyaluran dana bantuan digelar langsung pasar murah, bantuan yang diterima bisa langsung dibelikan ke bahan pokok di pasar murah. Jadi uangnya tidak dibelanjakan ke yang lain (yang tidak produktif), tidak dibelikan ke rokok bapak-bapak," kata dia
 
Saat ini, lanjut Darjana program pasar murah terintegrasi tersebut telah direplikasi di 10 kabupaten kota di Bengkulu. Untuk memperluas program, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pun mengeluarkan surat edaran panduan program guna mempermudah replikasi.
 
Selain pasar murah terintegrasi, TPID Bengkulu juga membuat program kerja sama antar daerah, subsidi ongkos angkut bahan pokok, rapat rutin TPID, gerakan tanam, perluasan dan pengembangan klaster pemberdayaan masyarakat.
 
Kemudian, Bengkulu juga mendorong penggunaan alat dan mesin pertanian serta sarana produksi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas panen. Upaya lainnya yakni dengan penguasaan infrastruktur teknologi, informasi dan komunikasi.
 
Perkembangan angka inflasi Bengkulu saat ini kata dia terkendali dengan baik, pada 2022 angka inflasi berada pada 5,92 persen, dan pada triwulan pertama ini angkanya lebih optimis lebih rendah sekitar 0,3 persen, yakni pada 5,65 persen.
 
"Diharapkan sampai akhir tahun ini angkanya bisa sesuai target nasional, yang berada pada level sekitar 4 persen," ujarnya.(Ant)

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment