Kementerian BUMN-PGN-KAI Gelar Bazar UMKM di Sarinah Jakarta

26 Mei 2023 07:07
Penulis: Habieb Febriansyah, bisnis
Bazar UMKM untuk Indonesia bertajuk "Seru–Seruan Bazar Lokal", yang digelar Kementerian BUMN bersama PT PGN Tbk dan PT KAI (Persero) di Plaza Sarinah, Jakarta, Kamis (25/5/2023). ANTARA/HO-PT PGN Tbk

Sahabat.com - Kementerian BUMN bersama PT PGN Tbk dan PT KAI (Persero) menggelar Bazar UMKM untuk Indonesia di Plaza Sarinah, Jakarta, dalam rangka membantu pemasaran produk sektor usaha tersebut termasuk produk-produk ramah lingkungannya masuk pasar global.

Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN Loto Srinaita Ginting dalam keterangannya di Jakarta, Jumat mengatakan bazar tersebut sekaligus wujud dukungan BUMN kepada pemerintah dalam mendorong masyarakat mencintai produk UMKM lokal, sehingga naik kelas dan berdaya saing.

Bertajuk "Seru–Seruan Bazar Lokal", bazar UMKM diresmikan Loto Srinaita Ginting, yang didampingi Komisaris PGN Warih Sadono, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, dan Direktur Sales dan Operasi PGN Faris Aziz, Kamis (25/5/2023).

Bazar berlangsung 25-28 Mei 2023 dengan melibatkan UMKM fesyen, kerajinan tangan, dan kuliner dari berbagai daerah.

"Acara bazar UMKM ini berkolaborasi dengan BUMN-BUMN dan menjadi ajang kelima yang diadakan, dengan pendukung utamanya kali ini adalah PGN dan KAI. Acara ini menjadi platform pemasaran bagi UMKM. Jadi, produk luar daerah bisa difasilitasi di Sarinah yang pengunjungnya bukan hanya warga Jakarta, tapi banyak wisatawan mancanegara," ujar Loto.

Loto menambahkan tidak hanya bazar, diharapkan UMKM binaan BUMN bisa masuk gerai-gerai Sarinah. BUMN juga menyediakan platform digital PADI UMKM, sebagai platform belanja kebutuhan-kebutuhan BUMN.

"Diharapkan ekosistem yang sudah dibentuk BUMN bisa benar-benar bermanfaat untuk UMKM naik kelas dan tangguh," ujarnya.

Komisaris PGN Warih Sadono mengatakan PGN terus didorong memperhatikan kebijakan Kementerian BUMN, yang selain transformasi industri BUMN, juga pengembangan UMKM.

"Kami terus mendorong UMKM bergerak aktif dan berdaya saing, salah satunya melalui program jaringan gas bumi (jargas) PGN yang menyediakan energi ramah lingkungan dan dapat membantu UMKM seperti UMKM sektor F&B, katering, dan industri rotan seperti di Cirebon. PGN memiliki jaringan gas dari Sabang hingga Papua, dengan harga gas yang bersaing, sehingga dapat membantu UMKM lebih efisien dan meningkatkan rentang marginnya," katanya.

Menurut dia, gas bumi juga bisa menjadi alternatif energi yang kompetitif dan ramah lingkungan, dengan sumber dari dalam negeri.

Warih menambahkan bazar UMKM di Sarinah dapat menjadi ajang sosialisasi untuk memperkenalkan PGN secara lebih luas mengingat banyaknya pengunjung dari berbagai kalangan dan daerah.

PGN, lanjutnya, bisa sekaligus memperkenalkan produk energi ramah lingkungan kepada UMKM, yang sejalan dengan kontribusi PGN sesuai prinsip ESG.

"Event ini menjadi sangat pas, karena anak-anak muda khususnya akan lebih banyak memakai produk dalam negeri. Produk lokal perlu digalakkan BUMN termasuk PGN dan atas dukungan Kementerian BUMN, banyak hal yang bisa diwujudkan," imbuh Direktur Sales dan Operasi PGN Faris Aziz.

UMKM fesyen binaan PGN yang berpartisipasi di bazar yakni Tenun Garut Hendar, Rahayu Akarwangi, Nayla Craft, Onie Craft, Pekatan Batik, Kharisma Shell, Star Art, dan Karya Jaya.

Untuk kuliner, seperti Multipangan Sehat-Serella Food, Serabi Puan, Sanrah Food, D’SAL-Cangcomak, dan Ninikus Jamur Tiram.

"Tidak semua UMKM bisa hadir di etalase Sarinah. Untuk itu, kami mendorong UMKM binaan PGN untuk ikut meramaikan platform digital bersama Kementerian BUMN dalam memperluas kehadiran produk lokal di pasar," ujar Faris.

Sementara, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengamini bahwa BUMN berkomitmen menumbuhkan UMKM naik kelas.

"Secara total UMKM binaan KAI ada 768 unit dari Aceh hingga Banyuwangi. Kami juga dedikasikan 30 persen ruang stasiun untuk UMKM, seperti Gambir dan Senen. UMKM akan terus kami dukung agar bisa naik kelas hingga global melalui platform digital," sebutnya.

Kementerian BUMN dan BUMN telah cukup banyak mendukung UMKM. Pelatihan dilakukan untuk UMKM naik kelas melalui 233 rumah BUMN yang tersebar di seluruh Indonesia. Kegiatan pelatihan seperti pengemasan, teknik penjualan, serta metode penjualan diperluas dengan online.(Ant)

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment