Rupiah diperkirakan Stabil di Tengah Optimisme Perekonomian Indonesia

26 Januari 2023 10:39
Penulis: Alber Laia, bisnis
Ilustrasi: Petugas menunjukan uang kertas pecahan Rp100ribu pada sebuah bank di Jakarta. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ed/pd/pri.

Sahabat.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis diperkirakan stabil di tengah optimisme perekonomian Indonesia.

Rupiah pada Kamis pagi dibuka turun 12 poin atau 0,08 persen ke posisi Rp14.977 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.965 per dolar AS.

"Hari ini kami perkirakan rupiah masih akan tetap stabil, belum terlalu banyak sentimen, dari dalam negeri masih cukup baik, dengan publikasi data investasi yang dirilis pekan ini dapat menimbulkan optimisme perekonomian domestik yang lebih kuat," kata Ekonom Senior Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.

Realisasi investasi di Indonesia sepanjang 2022 mencapai Rp1.207,2 triliun, yang melewati target Rp1.200 triliun yang ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.305.001 juta orang.

Itu menunjukkan capaian realisasi investasi sepanjang Januari-Desember 2022 mencapai 100,6 persen dari target, serta tumbuh 34 persen dibandingkan capaian tahun 2021 sebesar Rp901,02 triliun.

Rully mengatakan sentimen arus modal asing masuk baik di Surat Berharga Negara (SBN) maupun saham juga dapat memberi dorongan kepada rupiah.

Terdapat aliran modal asing masuk bersih sebesar Rp14,8 triliun pada periode 16-19 Januari 2023, yang mayoritas masuk ke pasar SBN. Modal asing masuk ke pasar SBN mencapai Rp14,49 triliun, sedangkan modal asing masuk ke pasar saham sebanyak Rp300 miliar.

Dengan demikian sejak 1-19 Januari 2023, tercatat aliran modal asing masuk bersih Rp36,33 triliun di pasar SBN, namun terdapat modal asing keluar bersih di pasar saham senilai Rp7,94 triliun.

Premi risiko investasi (Credit Default Swap/CDS) Indonesia 5 tahun naik ke level 87,21 basis poin (bps) per 19 Januari 2023 dari 86,08 basis poin (bps) per 13 Januari 2023.

Di samping itu, lanjut Rully, faktor eksternal juga memberi sentimen positif, di mana pasar di Asia juga bergerak cukup positif, dan secara keseluruhan dolar AS cenderung dalam tren melemah terhadap mata uang lainnya, terlihat dari indeks dolar AS yang trennya.

"Karena ekspektasi bahwa suku bunga AS akan lebih cepat mencapai terminal rate-nya," ujarnya.

Rully memperkirakan rupiah akan bergerak pada rentang Rp14.865 per dolar AS hingga Rp15.065 per dolar AS.

Pada Rabu (25/1) rupiah ditutup melemah 78 poin atau 0,52 persen ke posisi Rp14.965 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.888 per dolar AS.(Ant)

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment