Saham Prancis Berakhir di Zona Merah, Indeks CAC 40 Anjlok 1,29 Persen

31 Mei 2023 07:04
Penulis: Alber Laia, bisnis
Ilusterasi - Indeks pasar saham Prancis CAC 40 akan naik. ANTARA/Shutterstocks/pri. (ANTARA/Shutterstocks)

Sahabat.com  - Saham-saham Prancis berakhir di zona merah pada perdagangan Selasa waktu setempat (30/5/2023), mencatat kerugian untuk hari kedua berturut-turut, dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris anjlok 1,29 persen atau 94,26 poin menjadi menetap di 7.209,75 poin.

Indeks CAC 40 berkurang 0,21 persen atau 15,37 poin menjadi 7.303,81 poin pada Senin (29/5/2023), setelah melonjak 1,24 persen atau 89.91 poin menjadi 7.319,18 poin pada Jumat (26/5/2023), dan terpangkas 0,33 persen atau 24,19 poin menjadi 7.229,27 poin pada Kamis (25/5/2023).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40, sebanyak 10 saham berhasil meraih keuntungan, sementara 30 saham lainnya mengalami kerugian.

TotalEnergies SE, sebuah perusahaan energi dan perminyakan multinasional Prancis dan merupakan salah satu dari tujuh perusahaan minyak super besar menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya tergelincir 3,43 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan yang memproduksi dan memasarkan minuman beralkohol Prancis Pernod Ricard SA kehilangan 2,89 persen; serta perusahaan industri produk makanan multinasional Prancis Danone SA yang merosot 2,76 persen.

Sementara itu, Societe Generale SA, sebuah perusahaan jasa keuangan dan perbankan yang menarik simpanan dan menawarkan layanan perbankan komersial, ritel dan investasi terangkat 1,41 persen, menjadi pencetak keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan yang merancang, mengembangkan, memproduksi, dan memasarkan sirkuit terpadu semikonduktor STMicroelectronics NV terdongkrak 1,16 persen; serta perusahaan yang menyediakan layanan aplikasi perangkat lunak untuk mendukung proses inovasi perusahaan klien Dassault Systemes SE naik 1,07 persen.(Ant)

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment